Strategi dan taktik Islami dalam kehidupan sehari-hari di bidang tauhid, ibadah, akhlak, muamalah, dan siyasah.

Berfokus pada manajemen (ruang lingkup, waktu, finansial, dan mutu), dan penampilan terbaik alami dari karakter ruhani dan jasmani sesuai ajaran Islam.

~ Hamba Allah ~

Al Hambra, Granada, Andalusia, Spanyol - 1001 Inventions: Muslim heritage in our world. Foundation for Science, Technology, and Civilization

STI4 Antar Sistem Muslimin(mat)
3. Berkomunikasi dengan hati yang bersih, lisan &/ tulisan yang fasih, dan perbuatan yang dapat dimengerti



Q.S. Al Muzammil 73.1-5

Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat.


Dasar-dasar Dalil Naqly:


I. Hati yang bersih

Hati yang selayaknya dimiliki oleh orang-orang yang telah sampai / terkena kewajiban beragama sesuai tuntutan syariah (akil baligh, tidak kekanak-kanakan)


1. Hati yang digunakan untuk memahami ayat-ayat Allah

"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai." (QS. Al A’raf: 179)


2. Hati yang selalu menyebut nama Allah sebanyak-banyaknya dan gemetar jika disebut nama Allah

"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung." (QS. Al Anfal: 45)


"Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai." (QS. Al A’raf: 205)


"Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal." (QS. Al Anfal: 2)


3. Hati yang selalu berdoa memohon petunjuk

"(Mereka berdoa): Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk pada kami." (QS. Ali ‘Imran: 8)


4. Hati yang tidak ada kekhawatiran dan tidak bersedih karena manisnya iman dan amal shaleh sudah dirasakan oleh hati dan menjadi penawar bagi rasa khawatir dan sedih

"Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Sabi'in dan orang-orang Nasrani, siapa saja (di antara mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati." (Q.S. Maidah: 69)


5. Hati yang tidak bersedih atas ucapan orang-orang jahil setelah menyampaikan amanah-amanah Allah kepada mereka


"Maka Syuaib meninggalkan mereka seraya berkata, "Hai kaumku, sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat-amanah Tuhanku dan aku telah memberi nasihat kepadamu. Maka bagaimana aku akan bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir?" (Q.S. Al A’raf: 93)


"Sesungguhnya, Kami mengetahui bahwasanya apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu, (janganlah kamu bersedih hati), karena mereka sebenarnya bukan mendustakan kamu, akan tetapi orang-orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah." (Q.S. Al An’am: 33)


Asbabun Nuzul Al Wahidi (Q.S. Al An’am: 33):

(We know well how their talk grieveth thee…) [6:33]. Said al-Suddi: “Al-Akhnas ibn Shurayq and Abu Jahl ibn Hisham met with each other and the former said to the latter: 'O Abu'l-Hakam, tell me about Muhammad, for there is one here with us who wants to hear what you say: is he truthful or a liar?' Abu Jahl responded: 'By Allah, Muhammad is truthful. Muhammad has never lied. But if Banu Qusayy take the office of keepers of the banner, giving water to the pilgrims, gatekeeper of the House, the Nadwah and prophethood, what else remains for the rest of Quraysh?' And so Allah, exalted is He, revealed this verse”. Said Abu Maysarah: “The Messenger of Allah, Allah bless him and give him peace, once passed by Abu Jahl and his companions, and they asked him: 'O Muhammad, by Allah, we do not give you the lie, for we consider you truthful. What we deny is that which you have brought'. And so this verse was revealed (though in truth they deny not thee (Muhammad) but evil-doers flout the revelations of Allah)”. Said Muqatil: “This verse was revealed about al-Harith ibn 'Amir ibn Nawfal ibn 'Abd Manaf ibn Qusayy ibn Kilab. This man used to give the lie openly to the Prophet, Allah bless him and give him peace, but when he retired to his family, he would say: 'Muhammad is not of those who lie, and I think he is truthful', and so Allah, exalted is He, revealed this verse”.


6. Hati yang terbebas dari penyakit-penyakit hati dan keragu-raguan, misalnya seperti hati orang munafik atau orang yang tidak mau memahami agamanya


"(Ingatlah), ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya berkata, "Mereka itu (orang-orang mukmin) ditipu oleh agamanya." (Allah berfirman), "Barang siapa yang tawakal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (QS. Al Anfal: 49)


"Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keragu-raguannya." (QS. At Taubah: 45)


Hati yang bersih ini akan membawa kepada lisan &/ tulisan yang fasih di strategi dan taktik komunikasi berikutnya.



II. Lisan &/ tulisan yang fasih


"Dan saudaraku Harun dia lebih fasih lidahnya daripadaku, maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkataan) ku, sesungguhnya aku khawatir mereka akan mendustakanku." (QS. Al Qashash: 34)


1. Mengetahui kapan harus melahirkan apa yang ada di dalam hati atau menyembunyikannya


"Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu." (Q.S. Al Baqarah: 284)


2. Mengatakan apa-apa yang sesuai di hatinya (tidak seperti orang munafik)

"Mereka (orang-orang munafik) mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak terkandung dalam hatinya." (QS. ‘Ali Imran: 167)


3. Tidak merubah perkataan-perkataan dari tempatnya

"Yaitu orang-orang Yahudi, mereka merubah perkataan dari tempat-tempatnya. Mereka berkata, "Kami mendengar", tetapi kami tidak mau menurutinya. Dan (mereka mengatakan pula), "Dengarlah" sedang kamu sebenarnya tidak mendengar apa-apa. Dan (mereka mengatakan), "Raa'ina", dengan memutar-mutar lidahnya dan mencela agama. Sekiranya mereka mengatakan, "Kami mendengar dan patuh, dan dengarlah, dan perhatikanlah kami", tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat, akan tetapi Allah mengutuk mereka, karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman kecuali iman yang sangat tipis." (Q.S. An Nisa’: 46)


4. Selalu didukung dengan ilmu dan bukti


"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang di beri ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Q.S. Al Mujaadilah: 11)


"Katakanlah: Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar." (Q.S. Al Baqarah: 111)


Hati yang baligh dan lisan yang fasih, Insya Allah akan membawa pada perbuatan yang mafhum, yakni perbuatan yang Islami dan membawa manfaat kepada orang lain baik dalam bentuk komunikasi isyarat atau amal permbuatan shaleh nyata.



III. Perbuatan yang dapat dimengerti (karena ada dalam tradisi atau sunnah Rasulullah) sehingga tidak menimbulkan bid’ah dan tidak menimbulkan miskomunikasi atau misinterpretasi dalam penyampaian bahasa tubuh


1. Tidak menyusahkan diri sendiri &/ orang lain (audience)

"Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu." (Q.S. Al Baqarah: 185)


2. Mencegah kesesatan akibat bid’ah yang terjadi karena perbuatan atau tradisi yang diada-adakan

"(Mereka berdo'a), "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)." (Q.S. Ali Imran: 8)


Semoga dengan komunikasi berlandaskan dengan hati yang bersih, lisan &/ tulisan yang fasih, dan perbuatan yang mafhum, akan selalu terjaga keeratan dan kekokohan tali Ukhuwah Islamiyah di antara seluruh makhluk alam semesta yang beriman kepada Allah, meniadakan kesalahpahaman dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran dalam meniatkan, mengatakan, dan mengerjakan amalan-amalan shaleh di dunia ini. Aaamiin.


Wallahu a'lam bi kulli syaiin. Astaghfiruhu ala kulli khatai wa nisyaani.
0 Komentar untuk "STI4 Antar Sistem Muslimin(mat)
3. Berkomunikasi dengan hati yang bersih, lisan &/ tulisan yang fasih, dan perbuatan yang dapat dimengerti"

Back To Top